Selasa, 02 Maret 2010

[ Sport ] All About Inter Milan


Kostum Kandang :




Kostum Tandang:




Football Club Internazionale Milano S.p.A atau lebih dikenal dengan nama Inter Milan atau yg mempunyai julukan il Nerazurri (si biru hitam), il Biscone (si ular besar), dan juga La Beneamata (yang tersayang) adalah sebuah klub sepak bola Italia, bermain di Seri A (divisi pertama).

SEJARAH

Klub ini didirikan pada 9 Maret 1908 mengikuti pecahnya dari Klub Kriket dan Sepak bola Milan (Milan Criket and Football Club), yang sekarang lebih dikenal dengan nama AC Milan. Sebuah grup terdiri dari orang-orang Italia dan Swiss tidak terlalu suka akan dominasi orang-orang Inggris & Italia di AC Milan dan mereka memutuskan untuk memecahkan diri dari AC Milan. Nama Internazionale diambil dari keinginan pendiri-pendirinya untuk membuat satu klub yang terdiri dari banyak pemain dari negara-negara luar.

Klub ini memenangkan juaranya di tahun 1910 dan yang kedua di tahun 1920. Selama waktu perang, klub ini dipaksa untuk mengganti namanya menjadi Ambrosiana-Inter untuk menyesuaikan diri dengan kepemimpinan Benito Mussolini. Walaupun demikian, Inter masih tetap bisa memenangkan trofi ketiga mereka di tahun 1930. Mengikuti itu, trofi keempat dimenangkan di tahun 1938, Inter pertama kali memenangkan Copa Italia (Piala Italia) di tahun 1940 dan di tahun yang sama, mereka memenangkan trofi kelima mereka. Sejak tahun 1942 sampai sekarang, nama Ambrosiana-Inter tidak pernah dipakai lagi dan mereka memakai nama asli mereka, Internazionale Milano.

Setelah masa perang, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh di tahun 1954. Setelah memenangi beberapa trofi ini, Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter. Selama masa keemasan mereka, Inter memenangkan tiga trofi di tahun 1963, 1965, dan 1966. Pada waktu ini, Inter juga terkenal dengan kemenangan Piala Eropa dua kali berturut-turut. Di tahun 1963, Inter memenangkan trofi Piala Eropa mereka setelah mengalahkan klub terkenal Real Madrid. Musim selanjutnya, bermain di kandang mereka sendiri, Inter memenangkan trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan klub dari Portugal, Benfica.

Setelah masa keemasan di tahun 1960, Inter berhasil untuk memenangkan gelar mereka kesebelas kalinya di tahun 1971 dan kedua belas kalinya di tahun 1980. Pada tahun 1970 dan 1980, Inter juga memenangi dua trofi Piala Italia di tahun 1978 dan 1982. Inter berhasil meraih gelar scudetto mereka yg ke tigabelas kali pada tahun 1989 dan membutuhkan waktu yg sangat panjang hingga 17 tahun hingga mereka dapat memenanginya lagi pada tahun 2006, tetapi melalui cara yg lain dari biasa atau yg mereka sebut dengan "Scudetto of Honesty" (juara dari kejujuran), karena mereka tidak terbukti bersalah dalam skandal "calciopoli" yg ikut menyeret beberapa klub besar italia yg terbukti bersalah dan mendapat penalti pengurangan poin juga pencopotan gelar bagi juara sebelumnya. Baru pada tahun selanjutnya atau 2007 Inter berhasil menjadi juara bertahan, sekaligus menorehkan rekor dengan 17 kemenangan beruntun di kompetisi lokal.

Gelar ini membuat Inter dengan 15 kali juara di peringkat ketiga dalam jumlah gelar kompetisi Seri A, di bawah Juventus dengan 27 kali dan AC Milan dengan 17 kali. Biarpun begitu Inter adalah satu-satunya tim Seri A yg belum pernah terdegradasi terhitung dari sejak Seri A bergulir, karena itu di dalam lagu kebangsaan nya yg berjudul C'e solo l'Inter (hanya ada Inter satu-satunya) disebutkan bahwa Inter mempunyai gen Seri A dan tidak mengenal Seri lainnya.

Internazionale juga memenangi Piala UEFA mereka tiga kali. Pertama di musim 1990/1991 melawan AS Roma/ Di musim 1993/1994, Inter meraih gelar Piala UEFA dengan mengalahkan klub Austria Casino Salzburg. Di kemenangan Piala UEFA mereka untuk ketiga kalinya, Inter mengalahkan SS Lazio di Parc des Princes, Paris.


Posisi Akhir Musim 2008/09: peringkat 1 (scudetto Serie A)

Market Value: €340.650.000

Tahun Pertama Masuk Serie A: 1929

Jumlah Musim Di Serie A: 78 musim

Nama Stadion: Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Italia (Kapasitas: 80,074)

Manajer : Jose Mourinho

PRESIDEN KLUB

  • 1908 - 1909 = Giovanni Paramithiotti
  • 1909 - 1910 = Ettore Strauss
  • 1910 - 19112 = Carlo De Medici
  • 1912 - 1914 = Emilio Hirzel
  • 1914 - 1914 = Luigi Ansbacher
  • 1914 - 1919 = Giuseppe Visconti Di Modrone
  • 1919 - 1920 = Giorgio Hulss
  • 1920 - 19223 = Francesco Mauro
  • 1923 - 1926 = Enrico Olivetti
  • 1926 - 1929 = Senatore Borletti

  • 1929 - 1930 = Ernesto Torrusio
  • 1930 - 1932 = Oreste Simonotti
  • 1932 - 1942 = Ferdinando Pozzani
  • 1942 - ? Mei 1955 = Carlo Masseroni
  • 28 Mei 1955 - 1968 = Angelo Moratti
  • 1968 - 1984 = Ivanoe Fraizzoli
  • 1984 - ? Februari 1995 = Ernesto Pellegrini
  • 18 Februari 1995 - 30 Januari 2004 = Massimo Moratti
  • 30 Januari 2004 - 4 September 2006 = Giacinto Facchetti
  • 2006-kini = Massimo Moratti

STADION

Stadion tim saat ini adalah Stadion Giuseppe Meazza yang berkapasitas 85.000 orang. Stadion ini juga dikenal dengan nama San Siro. Stadion ini dibuka dengan Pertandingan Derby antara AC.Milan melawan Inter, yang dimana laga itu dimenangkan oleh AC Milan dengan skor 7 - 3. Stadion ini digunakan bersama dengan AC Milan ("AC Milan"), klub besar lain di Milan. Suporter AC Milan menggunakan "San Siro" untuk menyebut stadion itu karena dulunya Giuseppe Meazza merupakan seorang pemain bintang bagi Inter dan mereka tidak begitu menyukai satu sama lain. Jauh sebelum menggunakan Stadion Giuseppe Meazza, Inter selalu menggunakan Stadion Arena.

REKOR

Inter menjadi satu-satunya klub di Seri A yang tidak pernah turun ke Seri B, karena klub Juventus harus turun ke Seri B pada musim 2006/2007 terkait dengan kasus Calciopoli atau pengaturan skor pertandingan. Dan Pelaku Utamanya adalah Luciano Moggi yang telah dengan Licik menyuap Direktur utama Juventus dan para Wasit agar terlibat skandal dengan pihak yang telah diatur sebelumnya. Skandal ini di italia disebut calciopoli.Inter secara dramatis juga menjadi kampiun Seri A pada musim 2007/08.

PEMAIN INTER YANG TERKENAL







GELAR
  • Seri A 17 1909/10 1919/20 1929/30 1937/38 1939/40 1952/53 1953/54 1962/63 1964/65 1965/66 1970/71 1979/80 1988/89 2005/06(1) 2006/07, 2007/08, 2008-09

(1) FIGC menyatakan Internazionale sebagai Juara Seri A setelah Juventus terbukti terlibat dalam Calciopoli.

  • Piala/Liga Champions 2 1963/64 1964/65
  • Piala Italia 5 1938/39 1977/78 1981/82 2004/05 2005/06
  • Piala UEFA 3 1990/91 1993/94 1997/98
  • Piala Interkontinental 2 1964 1965
  • Piala Super Italia 4 1989 2005 2006 2008
  • Copa Presidente De La Republica 1 1982
  • Copa Santiago Bernabeu 1 2001
  • Coppa Dell'Amicizia Italo-Francese 1 1959
  • Coppa Pirelli 7 1996 1997 2000 2001 2002 2003 2005
  • Coppa Sky 1 2004
  • Coppa Sud Tirol 2 2003 2005
  • Memorial Giorgio Ghezzi 1 1992
  • Memorial Luigi Campedelli 1 1993
  • Mohamed V Trophy 1 1962
  • Ahmed Dahlan Trophy 5 1939 1940 1941 1942 1943
  • Torneo Natale Milano 1 1934
  • Torneo Milano 1 1993
  • Trofeo Valle D'Aosta 1 1998
  • Trofeo Birra Moretti 2 2001 2002
  • Trofeo Ciudad De Vigo 1 1996
  • Trofeo Vincenzo Spagnolo 1 1998
  • Triangolare Bolzano 1 2005
PEMASOK SPONSOR
  • 1981-1982:Inno Hit
  • 1982-1991:Misura
  • 1991-1992:FitGar
  • 1992-1995:Fiorucci
  • 1995-Sekarang:Pirelli

PEMASOK KOSTUM
  • dari tahun 1978-1979 dan 1980-1981:Puma
  • dari tahun 1981-1983 dan 1985-1986:MacSport
  • dari tahun 1986-1987 dan 1987-1988:Le Coq Sportif
  • dari tahun 1988-1989 dan 1990-1991:UhlSport
  • dari tahun 1991-1992 dan 1997-1998:Umbro
  • dari tahun 1998 hingga sekarang :Nike
FANS DARI INTER MILAN DISEBUT DENGAN INTERNISTI..


id.wikipedia.org/wiki/Football_Club_Internazionale_Milano

Minggu, 28 Februari 2010

TEORI DISLOKASI

Dislokasi yaitu, cacat bidang atau cata garis yang mempermudah terjadinya slip. Dengan demikian adanya dislokasi akan menurunkan kekuatan logam. Hal ini disebabkan adanya tegangan geser. Dislokasi yang mencapai permukaan luar dapat diartikan menimbulakan suatu deformasi, dalam skala mikroskopis. Dislokasi dibedaka atas 2 jenis, secara model ekstrem :
1. dislokasi sisi, (garis dislokasi tegak lurus terhadap vektor slipnya, dan arah gerakan dislokasi searah dengan vektor Burgernya).
2. dislokasi ulir, (garis dislokasi searah dengan vektor Burger, arah gerakan dislokasi tegak lurus terhadap vektor Burger).
Pengaruh pengerjaan dingin terhadap sifat logam adalah, deformasi akan menyebabkan naiknya kekerasan, naiknya kekuatan, tatapi disertai dengan turunyanya keuletan. Untuk mengembalikan logam kesifat semula (lunak dan ulet) perlu dilakukan proses pemanasan terhadap benda kerja yang telah mengalami pengerjaan dingin.
Pengaruh pemanasan setalah pegerjaan dingin, perubahan sifat akibat pemanasan tergantung pada temperatur dan waktu pemanasan. Prinsip dasarnya ialah bahawa pemanasan terhadap benda kerja yang telah mengalami deformasi akan menurunkan kerapatan dislokasinya. Pemanasan pada daerah yang dibawah temperatur rekristalisasai akan menyebabkan dua hal :
1. terjadinya gerakan dislokasi difusi yang disebut gerakan memanjat (climb).
2. adanya pengaturan kembali susunan dislokasi yang tadinya kurang teratur menajdi lebih teratur. Peristiwa ini disebut poligonisasi.
*Hubungan deformasi dengan dislokasi :
a. Akibat adanya tegangan, maka dislokasi akan bergerak menuju permukaan luar, sehingga terjadi deformasi.
b. Selama bergerak, dislokasi – dislokasi tersebut bereaksi satu dengan yang lainnya. Hasil reaksinya ada yang mudah bergerak dan ada pula yang sukar bergerak.
c. Hasil reaksi yang sukar bergerak justru akan berfungsi sebagai sumber dislokasi baru, sehingga kecepatan dislokasi akan bertambah (dari 106 : 108 dislokasi per cm2 dapat naik menjadi 1010 :1011 dislokasi per cm2 ).
d. Akibat naiknya kerapatan dislokasi, maka gerakan dislokasi akan lebih sulit akibat makin banyaknya hasil reaksi yang sukar bergerak.
e. Akibat nyata dari sukarnya gerakan dislokasi adalah naiknya kekuatan logam.

Karbon / nitrogen atom yang penting dalam proses menghasilkan karena mereka berinteraksi dengan dislokasi dan melumpuhkan mereka.
This locking of the dislocations is brought about because the strain energy due to the distortion of a solute atom can be relieved if it fits into a structural region where the local lattice parameter approximates to that of the natural lattice parameter of the solute. Penguncian ini dislokasi adalah disebabkan karena energi regangan akibat distorsi atom terlarut dapat lega jika itu cocok dengan daerah struktural di mana parameter kisi lokal mendekati dengan yang ada pada parameter kisi alami terlarut. Such a condition will be brought about by the segregation of solute atoms to the dislocations, with large substitutional atoms taking up lattice positions in the expanded region, and small ones in the compressed region; small interstitial atoms will tend to segregate to interstitial sites below the half-plane. Kondisi akan ditimbulkan oleh pemisahan atom terlarut ke dislokasi, dengan substitusi besar kisi atom mengambil posisi di daerah diperluas, dan kecil di daerah kompresi; atom interstisial kecil akan cenderung untuk memisahkan ke situs di bawah interstisial setengah-pesawat. Thus, where both dislocations and solute atoms are present in the lattice, interactions of the stress field can occur, resulting in a lowering of the strain energy of the system. Dengan demikian, di mana kedua dislokasi dan terlarut atom hadir dalam kisi, interaksi dari lapangan stres dapat terjadi, mengakibatkan penurunan energi regangan dari sistem. This provides a driving force tending to attract solute atoms to dislocations and if the necessary time for diffusion is allowed, a solute atom 'atmosphere' will form around each dislocation. Hal ini memberikan kekuatan pendorong cenderung untuk menarik atom terlarut ke dislokasi dan jika waktu yang diperlukan untuk difusi diperbolehkan, sebuah atom terlarut 'suasana' akan terbentuk di sekitar masing-masing dislokasi.


When a stress is applied to a specimen in which the dislocations are locked by carbon atoms the dislocations are not able to move at the stress level at which free dislocations are normally mobile. Ketika stres diterapkan pada sebuah spesimen di mana dislokasi dikunci oleh atom karbon dislokasi tidak dapat bergerak pada tingkat stres di mana dislokasi bebas biasanya mobile. With increasing stress yielding occurs when dislocations suddenly become mobile either by breaking away from the carbon atmosphere or by nucleating fresh dislocations at stress concentrations. Dengan meningkatnya tegangan menghasilkan dislokasi terjadi ketika tiba-tiba menjadi mobile baik dengan memisahkan diri dari atmosfer karbon atau oleh nukleasi segar pada konsentrasi tegangan dislokasi. At this high stress level the mobile dislocation density increases rapidly. Pada tingkat stres yang tinggi kerapatan dislokasi mobile meningkat pesat. The lower yield stress is then the stress at which tree dislocations continue to move and produce plastic flow. Tegangan luluh yang lebih rendah kemudian tegangan di mana dislokasi pohon terus bergerak dan menghasilkan aliran plastis. The overstrained condition corresponds to the situation where the mobile dislocations, brought to rest by unloading the specimen, are set in motion again by reloading before the carbon atmospheres have time to develop by diffusion. Peregangan-kondisi yang sesuai dengan situasi di mana dislokasi mobile, dibawa untuk beristirahat oleh bongkar muat spesimen, ditetapkan dalam gerak lagi oleh reload sebelum atmosfer karbon memiliki waktu untuk berkembang dengan difusi. If, however, time is allowed for diffusion to take place, new atmospheres can re-form and immobilize the dislocations again. Namun, jika waktu yang diperbolehkan untuk difusi berlangsung, atmosfer baru dapat membentuk kembali dan melumpuhkan dislokasi lagi. This is the strain aged condition when the original yield characteristics reappear. Ini adalah kondisi penuaan ketegangan ketika karakteristik hasil asli muncul kembali.

Wisata Religi

Apa itu gua Maria?

Gua Maria adalah tempat ziarah khas umat Katolik, biasanya bangunan utamanya dibentuk seperti gua tetapi ada juga yang berada pada gua alam asli. Disebut gua Maria karena ditempatkannya patung Bunda Maria ibunda Yesus pada gua tersebut. Tempat itu kemudian menjadi tempat ziarah umat Katolik untuk mendekatkan diri pada Allah Pencipta yang Maha Kuasa dengan berdoa melalui perantaraan Bunda Maria dan tentu saja Yesus Kristus.

gua Maria LourdesDalam tradisi agama Katolik keberadaan gua Maria punya sejarah panjang. Bunda Maria beberapa kali menampakan diri pada orang-orang tertentu. Salah satu penampakan yang paling terkenal adalah penampakan Bunda Maria kepada Bernadette Soubirous di sebuah gua yang ada di kota Lourdes Perancis pada tahun 1858. Tempat itu kemudian menjadi tempat ziarah gua Maria paling populer. Tempat ziarah ini pulalah yang kemudian menjadi inspirasi untuk membuat tempat ziarah serupa pada komunitas Katolik setempat. Dari situ muncullah tempat ziarah gua Maria dibanyak tempat didunia termasuk di Indonesia. Akan tetapi di Indonesia gua Maria bukan hanya terdapat patung Bunda Maria, juga biasanya sepanjang jalan menuju gua Maria terdapat perhentian-perhentian untuk prosesi jalan salib, serta di beberapa lokasi gua Maria juga ada gereja kecil.

gua Maria TritisDi Indonesia gua Maria paling tua dan paling terkenal adalah gua Maria Sendangsono di Jawa tengah yang usianya lebih dari seratus tahun. Sedangkan salah satu gua Maria paling eksotis barangkali adalah gua Maria Tritis di Wonosari, selatan Jogjakarta, Jawa Tengah yang berada di gua alam sungguhan. Meskipun dibanyak lokasi gua Maria dikelilingi tempat-tempat yang berpemandangan indah terutama di daerah-daerah yang jauh dari kota besar, gua Maria bukan tempat rekreasi, melainkan adalah tempat ziarah, ini yang sering dilupakan oleh orang yang berkunjung sehingga makna ziarahnya menjadi tidak jelas.

Situs ini mencoba menampilkan informasi yang berhubungan dengan gua Maria, lengkap dengan kisah ziarah, lokasi dan informasi yang relevan karena banyak umat Katolik tidak punya informasi yang cukup tentang keberadaan sebuah gua Maria yang dibanyak tempat merupakan tempat yang penuh nilai religius dan disitu anda juga bisa merasakan kebesaran karya Tuhan lewat keindahan alam Indonesia.

Our Lady of Guadalupe

Ini adalah salah satu dari peristiwa penampakan bunda Maria paling tua yang tercatat dalam sejarah agama Katolik, peristiwanya terjadi di Mexico, yang pada saat itu dihuni oleh oleh bangsa Aztec. Pada tahun 1521 penjelajah Spanyol Hernan Cortez berhasil menaklukkan bangsa Aztec dengan menduduki ibukotanya. Bersamaan dengan pendudukan itu orang Spanyol juga menyebarkan agama Katolik keantara suku indian Aztec. Salah seorang indian bernama Quauhtlatoatzin dibaptis oleh pastur Franciscan, lalu diganti namanya menjadi Juan Diego dan orang inilah yang berjumpa dengan Bunda Maria sampai 4 kali pada bulan Desember ditahun 1531. Rentetan peristiwa penampakan itu dan kejadian-kejadian luar biasa yang menyertainya begitu istimewa sehingga menempatkan peristiwa penampakan itu menjadi salah satu peristiwa penampakan paling terkenal sampai sekarang.

foto dari tilma bergambar Bunda Maria Bunda Maria menampakan dirinya kepada indian miskin tersebut di Tepeyac, sebuah bukit di timur laut kota Cuautitlan (sekarang Mexico), ia menyatakan dirinya sebagai "Ibu dari Allah yang benar", mengatakan kepada Juan Diego untuk memerintahkan uskup supaya membangun sebuah kuil. Sebagai bukti penampakannya Bunda Maria mencetak citra dirinya pada tilma (semacam mantel yang dibuat dari serat kaktus) milik Juan Diego. Tilma itu adalah pakaian kualitas rendah yang seharusnya tidak bertahan sampai 20 tahun tetapi secara ajaib tilma itu tidak menunjukan tanda-tanda kerusakan setelah lebih 460 tahun kemudian. Studi dengan peralatan digital moderen bahkan mengungkap bahwa pada gambar mata di kain itu terefleksi bayangan orang yang memandang Bunda Maria. Cerita penampakan tersebut di jelaskan dalam "Nican Mopohua" sebuah dokumen yang ditulis dengan bahasa Nahuatl (bahasa Aztec) oleh seorang indian terpelajar bernama Antonio Valeriano sekitar pertengahan abad 16. Akan tetapi karya aslinya tidak pernah ditemukan dan salinan dari dokumen tersebut di publikasikan oleh Luis Lasso de la Vega pada 1649.

Berikut adalah ringkasan ceritanya:

Pertemuan pertama:
Pada suatu Sabtu pagi-pagi sekali, Juan Diego sedang bergegas menuju Tlatilolco sebuah gereja di Mexico untuk melakukan kebaktian. Sesampai dikaki bukit Tepeyac, ia mendengar suara yang sangat merdu dari puncak bukit seolah suara berbagai burung bernyanyi. Ia tidak pernah mendengar suara seperti itu dan merasa sangat heran. Setelah suara itu berhenti ia mendengar namanya dipanggil oleh seseorang dan puncak bukit itu, ia lalu memanjat bukit itu untuk mencari tahu. Sesampai diatas ia melihat seorang wanita dengan pakaian berkilauan sangat indah sedang berdiri, sementara di sekitarnya bunga, rumput, batu dan sebagainya ikut tampak berkilauan. Wanita itu menyatakan dirinya sebagai perawan Maria, bunda Allah yang benar, Allah pencipta, penguasa surga dan dunia. Ia menginginkan sebuah kuil dibangun disini, supaya dari ini Allah akan memberikan semua kasih sayang, bantuan, perlindungan kepada semua penduduk ditanah ini dan akan menghapuskan semua kesedihan dan penderitaan kepada orang yang percaya padanya. Ia juga menyuruh Juan Diego untuk menyampaikan maksudnya kepada uskup di Mexico. Setelah menghormat kepada Bunda Maria juga Diego langsung bergegas ke Mexico.

Pertemuan kedua:
Ia kemudian langsung pergi ketempat uskup Juan de Zumarraga seorang Franciscan, setelah menunggu lama akhirnya uskup bersedia menerimanya. Ia menyampaikan apa yang dilihat dan didengarnya kepada uskup serta menyampaikan permintaan Bunda Maria untuk mendirikan kuil di bukit itu. Tentu saja uskup tidak percaya, akan tetapi tidak mengatakannya secara langsung melainkan mengatakan akan mempelajari permintaan tersebut. Juan Giego merasa amat kecewa dan saat itu juga kembali ke bukit untuk menemui Bunda Maria lagi, melaporkan bahwa uskup tampaknya tidak mempercayainya, ia mengatakan karena ia orang kecil maka kata-katanya tidak akan didengar sehingga ia merasa gagal dalam menjalankan tugasnya. Bunda Maria dengan bijaksana menjawab bahwa ia tidak salah mengutus dia ke uskup dan meyakinkannya bahwa suaranya akan didengar, sehingga ia mengutus Juan Diego lagi besok untuk bertemu uskup dan mengatakan sekali lagi bahwa perawan Maria, ibu dari Allah yang benar yang mengutusnya. Juan Diego kemudian pulang untuk beristirahat.

Pertemuan ketiga:
Keesokan harinya sehabis misa Minggu pagi, ia bergegas lagi menemui uskup. Lagi, setelah lama menunggu ia diizinkan bertemu uskup, sekali ini sambil menangis dan memohon ia menyampaikan permintaan Bunda Maria tersebut. Akan tetapi uskup tetap tidak percaya dan malah bertanya macam-macam tentang penampakan itu. Meskipun sudah dijelaskan dengan detil oleh Juan Diego, uskup tetap tidak yakin, bahkan akhirnya ia mengatakan memerlukan suatu tanda dari wanita itu supaya ia yakin bahwa itu adalah Bunda Maria. Setelah Juan Diego pulang, uskup kemudian menyuruh seseorang mengikuti dia supaya uskup tahu kemana ia pergi atau kepada siapa ia bertemu, akan tetapi orang suruhan itu dengan segera kehilangan jejak Juan Diego. Sementara itu Juan Diego kembali kebukit itu dan menyampaikan kepada Bunda Maria bahwa uskup menginginkan suatu tanda. Bunda Maria berkata supaya Juan Diego kembali besok karena besok ia akan memberikan suatu tanda yang akan meyakinkan uskup.

Pertemuan keempat:
Hari Senin keesokan harinya, Juan Diego tidak bisa kembali ke bukit itu karena ketika kembali ia mendapati pamannya Juan Bernardino sakit keras, ia kemudian sibuk mengurus pamannya dan memanggil dokter akan tetapi semuanya terlambat karena sakitnya sudah terlampau parah. Ketika malam tiba, pamannya memintanya besok untuk mencari pastur supaya ia dapat mengaku dosa karena pamannya merasa bahwa hidupnya tidak akan lama lagi.

bangunan basilica Besoknya sebelum matahari terbit ia bergegas ke Tlatilolco untuk mencari pastur, ia menyadari satu-satu jalan untuk ke Mexico adalah melewati bukit tempat ia seharusnya bertemu lagi dengan Buda Maria. Supaya tidak terlihat ia memutuskan untuk berjalan memutar, tetapi rupanya Bunda Maria tetap mengetahuinya dan berjalan menuruni bukit untuk mencegat dia lalu bertanya padanya hendak kemana. Juan Diego merasa sangat malu bercampur takut lalu menceritakan keadaan pamannya dan ia meminta maaf bahwa hari ini ia harus mengurus pamannya terlebih dahulu dan akan kembali besok. Bunda Maria berkata, jangan takut dan jangan ragu bahwa Aku adalah Bunda Maria yang akan menjagamu dan keluargamu dan jangan terpengaruh oleh keadaan pamanmu, bahwa ia tidak akan mati bahkan saat ini juga sembuh. Pamannya benar sembuh pada saat itu juga seperti yang dikemudian nantinya di dapati oleh Juan Diego. Mendengar pernyataan Bunda Maria, ia menjadi sangat gembira dan memohon padanya untuk memberikan bukti supaya bisa disampaikan ke uskup. Lalu Bunda Maria menyuruhnya memanjat keatas bukit, katanya lagi, disitu akan terdapat banyak bunga, potong lalu susun dengan baik untuk kemudian bawa ke uskup sebagai tanda kebenaran tentang keberadaan Bunda Maria. Juan Diego segera memanjat bukit tersebut, ketika sampai diatas ia mendapati berbagai macam bunga mawar bermekaran dengan indahnya dibarengi dengan wangi semerbaknya. Itu adalah suatu keajaiban karena tidak mungkin bunga tumbuh di bukit gersang tersebut yang biasanya hanya ditumbuhi semak belukar dan lagi tidak mungkin ada tumbuhan hidup karena saat itu adalah musim dingin. Ia memotongnya, mengumpulkannya, kemudian menyimpannya dibalik tilma (semacam mantel yag dibuat dari serat kaktus) miliknya lalu turun kebawah untuk menemui Bunda Maria lagi. Dibawah, Bunda Maria merapikan susunan bunga tersebut dan membungkusnya lagi dengan tilma tersebut, sambil berpesan bahwa jangan memperlihatkan bunga ini sebelum benar-benar berada didepan uskup, dengan demikian setelah melihat bunga ini uskup akan percaya dan dengan bantuannya sebuah kuil pasti akan didirikan.

Gambar dikain tilma
Juan Diego kembali lagi ketempat uskup, kali ini tidak ada seorangpun yang mengizinkannya menemui uskup karena ia dianggap seorang pengganggu, meskipun begitu ia tetap tinggal disitu menunggu dengan sabar. Karena ia diam menunggu dengan lama akhirnya pembantu-pembantu uskup mulai memperhatikannya terlebih karena ia terlihat seperti menyembunyikan sesuatu didalam tilmanya. Orang-orang itu karena penasaran lalu memintanya memperlihatkan apa yang ada didalam tilma tersebut. Juan Diego merasa tidak mungkin ia menyembunyikannya lagi dan karena tidak ingin diusir oleh mereka jika ia menolak permintaan mereka maka ia membuka tilmanya sedikit. Mereka melihat berbagai bunga mawar yang indah serta harum, mereka merasa senang bercampur heran terlebih karena seharusnya tidak ada bunga seperti itu dimusim dingin. Mereka berusaha meraihnya tetapi gagal sampai tiga kali karena yang mereka lihat bukan bunga yang sesungguhnya tetapi seperti gambar yang dicap atau dianyam pada kain tilma. Mendapat kenyataan itu mereka terkejut dan langsung melaporkannya ke uskup. Demi mendengar kejadian itu uskup langsung menyadari bahwa Juan Diego membawa bukti yang ia minta kemarin lalu menyuruh mereka untuk membawanya masuk menemui uskup. Didepan uskup, Juan Diego menceritakan lagi pertemuannya dengan Bunda Maria hari itu dan segala detil kejadian tentang darimana asal bunga tersebut serta sekali lagi menyampaikan permintaan Bunda Maria, sehingga pada akhirnya ia berkata terimalah bunga ini sambil membuka tilma miliknya. Berbagai bunga mawar itu berjatuhan kelantai lalu secara ajaib munculah gambar Bunda Maria tercetak pada tilma tersebut. Demi melihat kejadian itu uskup dan orang-orang yang menyaksikannya tersungkur kelantai, uskup menangis mohon ampun karena merasa bersalah tidak mempercayai cerita Juan Diego dari awal. Uskup kemudian membawa tilma itu kedalam kapel dan Juan Diego tinggal disitu sehari lagi sesuai permintaannya. Keesokan harinya ia meminta Juan Diego untuk menunjukan tempat dimana kuil itu diminta untuk didirikan serta menyuruh semua orang untuk pergi mengikuti mereka. Setelah menunjukan tempatnya Juan Diego pamit pulang untuk melihat keadaan pamannya dan ia mendapat kenyataan bahwa pamannya sudah sembuh total bahkan pamannya juga melihat penampakan Bunda Maria persis seperti yang dialami oleh keponakannya itu. Mereka kemudian bersama-sama kembali menemui uskup untuk memberi kesaksian tentang peristiwa mujizat tersebut kepada uskup.

Our Lady of Guadalupe didalam basilica Dua tahun kemudian berdirilah gereja yang pertama ditempat itu, tilma bergambar bunda Maria dipindahkan dari kapel uskup ke gereja itu supaya semua orang dapat menyaksikan dan mendapatkan berkat dari keberadaannya. Sejak saat itu banyak orang telah mendapat mujizat serta kesembuhan dengan mengunjungi dan berdoa di gereja tersebut yang selama ratusan tahun kemudian telah beberapa kali dibangun ulang. Sekarang kain tilma itu dikenal dengan nama "Our lady of Guadalupe" (ibu kami dari Guadalupe) dan gerejanya bernama Basilica of Our Lady of Guadalupe, setiap tahun diperkirakan 10 juta orang mengunjunginya, menjadikan tempat itu sebagai gereja yang paling banyak dikunjungi setelah gereja di Vatikan. 24 paus secara resmi memberi penghormatan khusus kepadanya. Karena kesuciannyalah Paus Johannes Paulus 2 (alm) sampai 4 kali mengunjunginya, ia bahkan menyatakan tanggal 12 Desember sebagai hari perayaan dari Our lady of Guadalupe. Pada bulan April 1990, Paus Johannes Paulus 2 membeutifikasi Juan Diego sebagai santo.

Guadalupe
Dari mana asal kata Guadalupe? Mengapa indian Aztec memakai sebuah nama Spanyol? Nama Guadalupe itu selalu menjadi kontroversi selama ratusan tahun. Studi menunjukkan nama itu berasal dari terjemahan bahasa Nahuatl ke Spanyol tentang kalimat yang diucapkan oleh bunda Maria kepada Juan Bernardino paman dari Juan Diego. Bunda Maria memakai kata "coatlaxopeuh" yang diucapkan "quatlasupe" dan bunyinya mirip dengan kata Guadalupe dalam bahasa Spanyol. Coa berarti sang ular iblis (serpent) tla bisa berarti "the" sementara xopeuh berarti menghancurkan, jadi coatlaxopeuh bisa berarti yang menghancurkan sang serpent. Seperti diketahui kebudayaan Aztec selama ratusan tahun mempraktekkan ritual pengorbanan manusia kepada dewa mereka. Setiap tahun puluhan ribu orang mati dikorbankan, akan tetapi semenjak munculnya Our Lady of Guadalupe hanya kurang dari 20 tahun kemudian sebagian besar indian Aztec berubah menjadi Katolik yang serta merta menghapuskan tradisi mengorbankan manusia yang telah ratusan tahun menjadi budaya mereka, itulah barangkali makna dari Our Lady of Guadalupe menghancurkan sang iblis.

Keajaiban tilma
Beberapa keajaiban dari kain tilma bergambar bunda Maria yang diungkap oleh ilmu pengetahuan moderen:

  • gambar maupun kainnya tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan meskipun berumur lebih 460 tahun padahal itu adalah bahan dari serat kaktus, bahan yang umum dipakai oleh warga miskin pada saat itu, meskipun sangat kuat tetapi umurnya diperkirakan cuma 20 tahunan!
  • tidak ada tanda-tanda dilapisi oleh bahan pelindung
  • pengujian mikroskopik menunjukkan gambar bukan dilukis karena tidak ada sapuan kuas tetapi lebih mirip dicetak seperti foto padahal tidak ada teknologi mencetak apalagi fotografi pada abad 16
  • jubah yang dipakai Bunda Maria bergambar bintang yang menunjukan susunan bintang (constelation) ditahun terjadinya peristiwa tersebut
  • melalui studi lewat peralatan digital moderen dengan pembesaran puluhan kali, diungkapkan adanya gambar-gambar berbentuk manusia terekam pada refleksi mata sebelah kiri gambar Bunda Maria. Studi menunjukan, itu adalah refleksi dari uskup, penterjermah (uskup Spanyol tidak mengerti bahasa indian), Juan Diego dan sejumlah orang (pembantu uskup?)

copyright © April 2005 - www.guamaria.com

Jumat, 15 Januari 2010

Makalah Material Teknik Tentang Polimer (didapat dari berbagai referensi di media internet)

MAKALAH

MATERIAL TEKNIK

TENTANG POLIMER

NAMA : HIERONIMUS M. W. A. I

NPM : 20408441

KELAS : 2 IC 02

FAKULTAS / JURUSAN : Teknologi Industri / Teknik Mesin

JENJANG : S1

UNIVERSITAS GUNADARMA

2010

KATA PENGANTAR

Material teknik adalah salah satu mata kuliah Teknik Mesin yang utama, bertujuan untuk memampukan pembelajaran material teknik agar menguasai dan memahami di berbagai bidang,khususnya bidang teknik mesin.

Makalah ini disusun untuk membantu proses pembelajaran mahasiswa khususnya untuk mahasiswa teknik mesin. Makalah ini merupakan salah satu persyaratan nilai dari mata kuliah Material Teknik. Makalah ini berisi tentang polimer, struktur polimer, sifat-sifat polimer, definisi dan konsep dasar polimer, serta proses pembuatannya yang didapat dari berbagai referensi terutama dari media internet.

Penulis mengakui adanya kekurangan dalam penyusunan makalah ini, untuk itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari para pembaca agar penulis dapat menyempurnakan penulisan makalah ini.

Jakarta, 15 Januari 2010

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Pengertian

polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik yang disebut monomer. Sekalipun biasanya merupakan organik (memiliki rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik. Contoh terkenal dari polimer adalah plastik dan DNA.

Meskipun istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer sebenarnya terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan kegunaan yang beragam. Bahan polimer alami seperti shellac dan amber telah digunakan selama beberapa abad. Kertas diproduksi dari selulosa, sebuah polisakarida yang terjadi secara alami yang ditemukan dalam tumbuhan. Biopolimer seperti protein dan asam nukleat memainkan peranan penting dalam proses biologi.

http://www.northgatewaytire.com/tire.gifhttp://plaza.across.or.jp/~inagaki/13.jpg

Contoh Gambar Polimer

I.2. Definisi dan Konsep Dasar Polimer

PLASTIK = POLIMER + ADITIF

Istilah PLASTIK dan POLIMER seringkali dipakai secara bergantian. Faktanya, plastik adalah suatu material rekayasa yang tidak sederhana dalam struktur molekulnya melainkan memiliki komposisi yang rumit,yang dengan sengaja diatur untuk memenuhi aplikasi – aplikasi spesifik yang diinginkan.


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a8/Pellet.jpg/200px-Pellet.jpg

Contoh Gambar Plastik

PLASTIK = POLIMER + ADITIF

ADITIF adalah material yang ditambahkan untuk meningkatkan kemampuan (properties) dari polimer .

JENIS – JENIS ADITIF :

· Bahan pengisi (filler)

· Penstabil (stabilizer)

· Pewarna (colorants)

· Penghambat nyala / api (flame retardant)

· Pemlastik (plasticizier)

· Pelumas (lubricant), dll.

I.3. Cara Pembuatan Polimer

Polimerisasi Adisi

Monomer mengadisi monomer lain sehingga produk polimer mengandung semua atom yang ada pada monomer awal. Polimerisasi dapat berlangsung dengan bantuan suatu kalisator.

Contohnya pembentukan polietilena dari etilen.

Polimerisasi Kondensasi

Pada polimerisasi kondensasi monomer-monomer saling berkaitan dengan melepas molekul kecil, seperti H2O dan CH3OH (metanol). Polimerisasi kondensasi terjadi pada monomer-monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujung rantainya.

BAB II

ISI

II.1. Struktur Kimia Polimer

II.1.1. Identitas Monomer (Monomer Identity)

Identitas polimer yang terdiri dari monomer-monomer adalah sifat utama danyang penting dari polimer. Tatanama polimer biasanya berdasarkan pada tipe monomer yang menyusun polimer. Polimer yang terdiri dari hanya satu jenis monomer disebut homopolimer, contohnya yaitu Poly(styrene) yang terdiri dari monomer-monomer styrene. Sedangkan polimer yang terdiri dari campuran beberapa monomerdisebut kopolimer, contohnya yaitu Etilen Vinil Asetat yang terdiri atas lebih dari satu macam monomer. Molekul polimer yang mengandung sub-unit yang dapat diionisasi disebut sebagai polyelectrolyte. Polyelectrolyte yang mengandung subunit yang fraksi ionisasinya rendah disebut ionomer.

II.1.2. Chain Linearity

Bentuk paling sederhana dari molekul polimer adalah rantai lurus atau disebut juga sebagai polimer linear yang terdiri dari satu rantai utama. Fleksibilitas dari rantai polimer yang tidak bercabang di pengaruhi oleh persistence length (sifat dasar mekanis yang mengukur kekakuan dari polimer panjang). Molekul polimer bercabang disusun dari rantai utama dengan satu atau lebih cabang. Beberapa tipe khusus dari polimer bercabang adalah star polymers, comb polymers, dan brush polymers. Jika polimer mengandung rantai cabang yang komposisinya berbeda dengan rantai utama maka dia disebut grafted polymer. Cross-link menunjukkan dimana titik percabangan dimulai.

a. Linear Polymer

Polimer linear tersusun atas satu rantai panjang yang kontinu, tanpa adanya percabangan dari rantai tersebut.

Gambar struktur linear adalah sebagai berikut 2:

b. Branched Polymer

Branched polymer terdiri atas satu rantai utama yang mempunyai rantai molekul lebih kecil sebagai cabang. Sebuah struktur rantai bercabang cendrung menurunkan tingkat kristanilitas ( cristanility ) dan kepadatan ( density ) polymer tersebut. Susunan geometrik dari ikatan bukan merupakan penyebab bervariasinya stuktur polymer. Branched polymer terbentuk ketika terdapat rantai cabang yang menempel pada rantai utama.contoh sederhana dari branched polymer seperti terlihat pada gambar di bawah.

Terdapat berbagai jenis branched polymer yang dapat terbentuk. Salah satunya yang dinamakan dengan star-branching. Star-branching terbentuk ketika polimerisasi dimulai dengan single monomer dan mempunyai cabang radial keluar. Polymer dengan tingkat kecabangan yang tinggi disebut dendrimers. Sering kali pada molekul ini, tiap cabangnya mempunyai cabang lagi. Ini menyebabkan keseluruhan molekulnya mempunyai bentuk spherical.

c. Cross-Linking

Cross-linking dalam polymer terjadi ketika ikatan valensi primer terbentuk antara moleku-molekul rantai polymer yang terpisah. Selain ikatan dimana monomer membentuk rantai polymer, ikatan polymer yang lain terbentuk diantara polymer tetangganya. Ikatan ini dapat terbentuk secara langsung diantara rantai tetangganya, atau dua rantai dapat terikat menjadi rantai yang lain. Walupun tidak sekuat ikatan pada rantai, cross-links mempunyai peran yang sangat pentin pada polymer. Polymer mempunyai ikatan cross-links yang banyak mempunyai "memory." Ketika polymer diregangkan, ikatan cross-links mencegah rantai untuk berpisah. Ikatan ini memperkuat, namun ketika tegangan dihilangkan maka struktur akan kembali ke bentuk semula dan objek pun demikian.

II.1.3. Ukuran Rantai (Chain Size)

Sifat jenuh polimer sangat bergantung pada ukuran dari rantai polimer. Seperti kebanyakan molekul, ukuran molekul polimer dapat digambarkan melalui berat molekul Pada polimer, berat molekul dapat digambarkan oleh derajat polimerisasi, yaitu jumlah monomer yang membentuk polimer. Untuk polimer sintetik, berat molekul digambarkan dengan statistik untuk menjelaskan distribusi berat molekul pada sampel. Hal ini karena hampir semua proses industri memproduksi distribusi ukuran rantai polimer. Contoh dari perhitungan statistic adalah number average molecular weight dan weight average molecular weight. Perbandingan dari kedua nilai tersebut disebut polydispersity index, biasanya digunakan untuk menggambarkan “ketebalan” dari berat molekul. Ruang yang ditempati oleh molekul polimer secara umum digambarkan oleh radius of gyration.

II. 1. 4 Susunan Monomer dalam Kopolimer (Monomer Arrangement in Copolymers)

a. Alternating copolymers

monomer yang berbeda tersusun berurutan

b. Random copolymers

monomer yang berbeda tersusun acak

c. Block copolymers

monomer yang sama membentuk grup dan 2 grup yang berbeda tersusun berurutan.

d. Graft Copolymers

Rantai-rantai cabang terdiri dari monomer yang berbeda dengan rantai utama.

II. 1. 5 Stereokimia Polimer

a. Architecture

Polimer yang berbeda arsitekturnya mewakili isomer konstitusional dimana hubungan dari atom-atomnya berbeda. Polimer semacam ini di dapat dari polimerisasi monomer dari sifat kimia yang berbeda tetapi memiliki komposisi atom yang yang sama.

Rumus molekul dari unit monomer untuk semua tipe polimer berikut ini adalah C2H4O:

b. Orientation

Perbedaan dimana atom dalam polimer dapat dihubungkan, muncul dari dua cara penambahan dari monomer yang sama untuk pertumbuhan rantai polimer.6

c. Geometric isomerism

Sebagai contoh, polimerisasi dari 1,3-diena mempunyai dua ikatan rangkap yang berbeda yang dapat mengalami tiga isomer geometri.

d. Tacticity

II.2 Klasifikasi Polimer

v Secara umum, polimer dibagi menjadi 2 (dua) kategori: PLASTIK dan KARET.

v Berdasarkan sumbernya

1. Polimer alami : kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambut

2. Polimer sintetis

Tidak terdapat secara alami: nylon, poliester, polipropilen, polistiren

Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis.

3. Polimer alami yang dimodifikasi: seluloid, cellophane (bahan dasarnya dari selulosa tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal sehingga kehilangan sifat-sifat kimia dan fisika asalnya).

v Berdasarkan jumlah rantai karbonnya

1. 1 ~ 4 Gas (LPG, LNG)

2. 5 ~ 11 Cair (bensin)

3. 9 ~ 16 Cairan dengan viskositas rendah

4. 16 ~ 25 Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk)

5. 25 ~ 30 Padat (parafin, lilin)

6. 1000 ~ 3000 Plastik (polistiren, polietilen, dll

v Berdasarkan kriteria material rekayasa, polimer dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kategori:

1. TERMOPLASTIK

2. TERMOSET

3. ELASTOMER

dimana (1) dan (2) adalah plastik; sementara (3) adalah karet

Dewasa ini sangat banyak terdapat polimer sintetis. Sifat-sifat dan kemampuan mereka ditentukan oleh formulasi kimia molekul penyusun dan struktur ikatan primer/sekunder antar rantai-rantainya .

TERMOPLASTIK:

v Berupa material padatan pada temperatur ruang tetapi berubah menjadi cairan kental ketika dipanaskan pada temperatur beberapa ratus derajat saja.

v Karakteristik ini menyebabkan termoplastik mudah dan ekonomis difabrikasi menjadi beragam bentuk.

v Dapat diberikan siklus pemanasan-pendinginan berulang kali tanpa degradasi berarti.

v Contoh: Polyethylene (PE), polyvinylchloride (PVC), polypropylene (PP), polystyrene (PS), dan nylon

TERMOSET:

v Tidak dapat menerima siklus pemanasan-pendinginan seperti termoplastik:

• Ketika dipanaskan pada tahap awal, termoset melunak dan mampu mengalir di dalam cetakan.

• Tapi pada temperatur yang tinggi, terjadi reaksi kimia yang mengeraskan material sehingga akhirnya menjadi padatan yang tidak mampu lebur kembali (infusible solid).

• Jika dipanaskan ulang, tidak mampu melunak kembali melainkan akan terdegradasi menghasilkan arang.

v Contoh: phenolics, epoxies, dan beberapa jenis polyesters

ELASTOMER:

v Material yang mampu memanjang secara elastis ketika dikenakan tegangan mekanis yang relatif rendah.

v Lebih umum dikenal sebagai karet (rubber).

v Beberapa elastomer dapat diregangkan hingga 10 kali lipat dan masih mampu kembali sempurna ke ukuran asal.

v Meskipun perilakunya cukup berbeda dengan termoset, namun elastomer memiliki struktur yang lebih mirip dengan termoset, dibandingkan dengan termoplastik.

v Contoh:

• Karet alam: vulcanized natural rubber.

Karet sintetis: Styrene-Butadiene (SBR), Nitrile butadiene rubber (NBR), Silicone rubber

II. 3. Sifat – Sifat Polimer

II.3.1. SIFAT MEKANIK

II.3.1.1. Kekuatan (Strength)

Kekuatan merupakan salah satu sifat mekanik dari polimer. Ada beberapa macam kekuatan dalam polimer, diantaranya yaitu sebagai berikut:

a. Kekuatan Tarik (Tensile Strength)

Kekuatan tarik adalah tegangan yang dibutuhkan untuk mematahkan suatu sampel. Kekuatan tarik penting untuk polymer yang akan ditarik, contohnya fiber, harus mempunyai kekuatan tarik yang baik.

b. Compressive strength

Adalah ketahanan terhadap tekanan. Beton merupakan contoh material yang memiliki kekuatan tekan yang bagus. Segala sesuatu yang harus menahan berat dari bawah harus mempunyai kekuatan tekan yang bagus.

c. Flexural strength

adalah ketahanan pada bending (flexing). Polimer mempunyai flexural strength jika dia kuat saat dibengkokkan.

d. Impact strength :

adalah ketahanan terhadap tegangan yang datang secara tiba-tiba. Polimer mempunyai kekuatan impak jika dia kuat saat dipukul dengan keras secara tiba-tiba seperti dengan palu.

II.3.1.2. Elongation

Semua jenis kekuatan memberitahu kita berapa tegangan yang dibutuhkan untuk mematahkan sesuatu, tetapi tidak memberitahu kita tentang apa yang terjadi pada sampel kita saat kita mencoba untuk mematahkannya, itulah kenapa kita mempelajari elongation dari polimer. Elongasi merupakan salah satu jenis deformasi. Deformasi merupakan perubahan ukuran yang terjadi saat material di beri gaya.

% Elongasi adalah panjang polimer setelah di beri gaya (L) dibagi dengan panjang sampel sebelum diberi gaya (Lo) kemudian dikalikan 100:

Elongation-to-break (ultimate elongation) adalah regangan pada sampel pada saat sampel patah. Elastomer memiliki ultimate elongation yang tinggi. Elongasi sampai terjadinya fracture dapat dilihat pada gambar berikut 3:

II.3.1.3. Modulus

Modulus diukur dengan menghitung tegangan dibagi dengan elongasi. Satuan modulus sama dengan satuan kekuatan (N/cm2)

Pada kurva tegangan-regangan 4:

Untuk beberapa polimer, terutama flexible plastics, kurvanya adalah sebagai berikut 4:

Slope diatas tidak constant seiring dengan penambahan tegangan seperti pada kurva sebelumnya. Pada kasus seperti ini, biasanya digunakan initial slope sebagai modulus, seperti yang terlihat pada kurva diatas. Secara umum, fiber mempunyai tensile moduli yang paling tinggi dan elastomer paling rendah, dan plastic berada diantara keduanya.

II.3.I.4. Ketangguhan (Toughness)

Ketangguhan adalah pengukuran sebenarnya dari energi yang dapat diserap oleh suatu material sebelum material tersebut patah. Pengukuran dibawah kurva stress-strain berikut ini 4, yang diberi warna merah, menunjukkan toughness (ketangguhan)

Apakah perbedaan dari ketangguhan dan kekuatan? Dari segi fisika, kekuatan (strength) adalah gaya yang dibutuhkan untuk mematahkan sampel, dan ketangguhan (toughness) adalah berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk mematahkan sampel.

Pada kurva diatas 4, kurva yang berwarna biru menunjukkan sampel yang kuat tetapi tidak tangguh. Seperti yang dapat dilihat, sampel tersebut membutuhkan gaya yang besar untuk mematahkan sampel, tapi tidak banyak energi. Demikian pula, sampel tersebut tidak dapat merentang jauh sebelum patah. Material seperti ini, kuat tetapi tidak dapat banyak terdeformasi sebelum patah disebut material yang getas (brittle).

Disisi lain, kurva berwarna merah, menunjukkan material yang kuat dan tangguh. Material ini tidak sekuat material yang digambarkan oleh kurva biru, tetapi memiliki luas daerah dibawah kurva yang lebih besar, menunjukkan bahwa material ini dapat menyerap energi lebih banyak dari pada sampel sebelumnya. Material merah memiliki elongasi yang lebih besar dibandingkan dengan material biru sebelum patah. Karena deformasi yang diikuti energi disipasi (energi yang tersimpan). Jika material tidak berdeformasi maka tidak ada energi dissipasi sehingga material patah

II.3.1.5. Pengaruh Struktur Kimia Terhadap Sifat Mekanik Polimer

n Chain Length

semakin panjang rantai à ketangguhan dan kekuatan semakin meningkat

sebab: terjadi peningkatan interaksi dalam rantai seperti ikatan Van der Waals à rantai menjadi lebih kuat pada posisinya dalam menahan deformasi dan perpecahan matriks, baik pada tegangan tinggi maupun temperatur tinggi.

n Branching

à meningkatkan kekuatan & ketangguhan polimer

n Cross-Linking

à meningkatkan kekuatan & ketangguhan polimer

n Molecular Weight

Table 4.1 Mechanical Properties of Common Homopolymers5

II.3.2. THERMAL PROPERTIES

II.3.2.1. Sifat dan Performa Polimer pada Temperatur Tinggi

Polimer sering dianggap sebagai material yang tidak mampu memberikan performa yang baik pada termperatur tinggi. Namun, pada kenyataannya, terdapat beberapa polimer yang cocok untuk penggunaan pada temperatur tinggi, bahkan lebih baik daripada traditional materials.

Pada polimer, khususnya plastik, definisi temperatur tinggi adalah suhu diatas 135oC. Pada temperatur tinggi, polimer tidak hanya melunak, tetapi juga dapat mengalami degradasi termal. Sebuah plastik yang mengalami pelunakan pada temperatur tinggi tetapi mulai mengalami degradasi termal pada suhu yang jauh lebih rendah hanya dapat digunakan pada suhu di bawah suhu dia mulai mengalami degradasi. Menentukan temperatur aplikasi membutuhkan pengetahuan mengenai perilaku degradasi termal dari polimer tersebut.

Titik pelunakan pada polimer sangatlah ditentukan oleh tipe polimer yang digunakan. Pada polimer amorf, suhu yang penting adalah Tg (glass transition temperature). Sedangkan, pada polimer kristalin dan semi-kristalin, suhu yang penting terletak pada Tm (melting point).

Time-Temperature Superposition

Sifat mekanis dari polimer ditentukan oleh prinsip time-temperature superposition. Prinsip ini mampu menunjukkan bahwa waktu dan temperatur dapat memiliki sifat yang sama namun berlawanan. Kekuatan polimer pada pembebanan high-rate dan temperatur rendah dapat secara efektif menyerupai kekuatannya pada pembebanan low-rate dan temperatur tinggi.

Hal ini dapat berarti jika dilakukan pengujian pada temperatur tinggi dan pembebanan fast-rate, hasil pengujian dapat digunakan untuk memperkirakan kekuatan polimer pada temperatur rendah dan rate pembebanan yang lebih rendah. Namun, hal ini dapat pula berarti temperatur aplikasi polimer dapat bervariasi tergantung pada rate pembebanan pada aplikasi tersebut, dimana beban kecil pada temperatur tinggi dapat berakibat yang sama dengan beban besar pada temperatur rendah.

Untuk aplikasi pada temperatur tinggi, material yang paling cocok adalah :

· PTFE : 260oC

· PFA : 260oC

· PEEK : 260oC

· FEP : 200oC

· PEI : 180oC

· PET/PBT : 170oC

Polimer-polimer tersebut mampu mengcover wide-range temperatures dan dapat digunakan dengan baik pada temperatur tinggi. Selain itu, polimer-polimer ini juga tidak membutuhkan pemrosesan khusus (selain PTFE karena koefisien friksinya rendah) bila dibandingkan dengan commodity polymers. Hal ini berarti proses ekstrusi yang digunakan pada commodity polymers dapat pula digunakan untuk membuat polimer yang cocok untuk aplikasi pada suhu tinggi.

Di bawah ini adalah beberapa aplikasi dari polimer pada temperatur tinggi :

· Interior pesawat udara / pesawat ulang-alik

· Komponen elektrik pesawat udara / pesawat ulang-alik

· Industri otomotif (under-hood)

· Insulator kabel untuk aplikasi pada extremely high temperature, coupling kabel, dan connectors

· Industri elektrik / elektronik pada temperatur aplikasi tinggi

· Medical tubing atau produk lain yang memerlukan sterilisasi

· Monofilament untuk proses produksi filter, belting, serta meshes

II.3.2.2. Sifat Polimer Pada Temperatur Rendah

Pada umumnya, polimer pada suhu ruang menunjukkan sifat fleksibilitas dan ketahanan yang tinggi terhadap cracking, tetapi pada penurunan suhu, sifat tersebut dapat berubah drastis dan polimer menjadi getas hanya dengan beban kegagalan yang rendah.

Polimer memiliki rantai molekul yang panjang dan saling tumpang-tindih satu sama lain. Jika polimer berada pada suhu ruang, gerakan antar rantai polimer dapat saling menyesuaikan dan meregang. Namun, jika polimer itu didinginkan, rantai tersebut akan menempel satu sama lain dan tidak dapat meregang lagi. Polimer tersebut akan menjadi kaku dan melewati temperatur transisi gelas menjadi material yang keras dan rapuh. Temperatur transisi gelas biasanya tidak memiliki transisi yang jelas antara rubbery state dan glass regions. Temperatur transisi gelas biasanya berkisar antara 10-50oC. Jika polimer didinginkan di bawah Tg, polimer menjadi stabil dan tidak terjadi transisi lagi. Dengan demikian, temperatur rendah pada polimer dapat didefinisikan sebagai suhu di bawah Tg.

Grafik Ketangguhan vs Temperatur 7

Nilai sesunguhnya dari Tg bervariasi bergantung kepada struktur molekul spesifik dari polimer dasarnya, berat molekul, distribusi berat molekul dari polimer tersebut, aditif yang ditambahkan ke dalam formula, serta beberapa faktor lain. Polimer dengan Tg di atas suhu ruang akan mengalami glassy state pada suhu ruang dan akan memiliki kecenderungan untuk rapuh dan rusak pada suhu ruang. Contohnya adalah PS, PMMA, dan PET. Polimer dengan Tg di bawah suhu ruang akan mengalami rubbery state pada suhu ruang sehingga akan cenderung fleksibel dan sulit dihancurkan pada suhu ruang. Contohnya adalah PP, PE, dan PTFE.

Pada temperatur yang sangat rendah, beberapa aplikasi mengharuskan adanya kontak dengan Liquid Oxygen (LOX) dimana pada umumnya plastik tidak kompatibel dan akan terbakar. Namun, beberapa polimer yang tergabung dalam keluarga flourocarbon (PTFE, PCTFE, FEP, dll.) memiliki resistansi yang baik terhadap LOX. Selain itu, kelompok ini juga merupakan insulator yang baik, dan memiliki keuletan yang dapat dihitung (sebesar 1%) pada temperatur mendekati absolute zero (-269oC). Dapat dilihat pada tabel berikut7:

II.3.3. FLAMMABILITY DAN FLAME RESISTANCE

Dikarenakan polimer sintetsis telah banyak digunakan pada konstruksi dan transportasi, maka diperlukan suatu usaha untuk membuat polimer tahan api atau tidak mudah terbakar.

Ditinjau dari ketahanan terhadap api, maka polimer terbagi menjadi tiga bagian:

1. Polimer yang tidak mudah terbakar

Polimer yang mengandung banyak halogen. Contohnya PVC.

2. Polimer yang mampu memadamkan api sendiri

Terbakar hanya ketika sumber api ada, akan tetapi berhenti terbakar ketika sumber api dipindahkan. Contohnya PC.

3. Polimer yang mudah terbakar

Kebanyakan polimer adalah mudah terbakar.

Pada polimer, proses pembakaran sangatlah kompleks akan tetapi secara umum mengalami 6 hal:

· Primary Thermal: sumber api memanaskan polimer dan menaikkan temperature.

· Primary Chemical: Plastik yang dipanaskan tadi mulai terdegradasi umumnya disebabkan oleh pembentukan radikal bebas dibawah pengaruh sumber api.

· Polymer Decomposition: polimer mulai terdegradasi secara cepat kea rah penurunan berat molekul. Produk khas dari tahapan ini adalah gas dan cairan yang mudah terbakar dan mungkin juga asap.

· Ignition: gas-gas yang mudah terbakar, karena ada ketersediaan oksigen dan sumber api, mulai terbakar.

· Combustion: gas yang terbakar menghasilkan kobaran api pada atau dekat permukaan polimer. Sebenarnya bisa terjadi pemadaman api dengan sendirinya jika tersedia cukup energi.

· Flame propagation: penyebaran api.

II.3.4. KETAHANAN KIMIA

Salah satu masalah yang dihadapi oleh perusahaan minyak adalah korosi pada bagian dalam dari tangki minyak logam. Salah satu solusinya adalah dengan melapisi logam tangki dengan glass fiber-reinforced unsaturated polyester.

Chemical resistance dari suatu polimer sangat dipengaruhi oleh struktur kimia dari material dan kekuatan dari ikatan terlemah pada structure. Misalnya pada PTFE yang hanya ada dua jenis ikatan yaitu C-C dan C-F. Kedua ikatan ini sangat stabil dan sulit untuk diputus. Putusnya ikatan bisa menyebabkan reaksi kimia yang berlangsung. Akan tetapi pada faktanya, C-F adalah salah satu ikatan terkuat pada polimer. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari flouropolymers (contohnya PTFE,PDVF) dikenal sebagai polimer dengan ketahanan terhadap zat kimia yang tinggi.

Gambar II.4.1.Ikatan rantai PTFE 8

Ada dua usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan chemical resistance pada Polyester:

1. meningkatkan steric-hindrance pada gugus ester.

2. mengurangi jumlah gugus ester per satuan panjang rantai.

Kedua langkah ini meningkatkan sifat hidrofobik dari Polyester.

Dibandingkan dengan polimer amorphous, polimer dengan kristalinitas yang tinggi memiliki chemical rasistance yang lebih baik. Hal ini dikarenakan ikatan rantai pada polimer kristalin yang saling berdekatan sehingga mengurangi permeabilitas. Polimer dengan ikatan cross-link memiliki solvent resistance yang baik.

BAB III

KESIMPULAN

Istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer sebenarnya terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan kegunaan yang beragam. Bahan polimer alami seperti shellac dan amber telah digunakan selama beberapa abad. Kertas diproduksi dari selulosa, sebuah polisakarida yang terjadi secara alami yang ditemukan dalam tumbuhan. Contoh polimer yang paling terkenal adalah plastik dan DNA. Mengapa plastik dan DNA dikatakan polimer? Itu dapat terlihat dari struktur dan sifat benda tersebut.

BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

1. http://polychem.kaist.ac.kr/bk_home/lecture2005/Chap4.pdf

2.http://www.eng.uwo.ca/es021/ES021a_2006/Lecture%20Notes/Chap%2014-15%20-%20Polymers.pdf

3. http://faculty.uscupstate.edu/llever/Polymer%20Resources/Mechanical.htm

4. http://www.pslc.ws/mactest/mech.htm#strength

5.www.eng.uwo.ca/es021/ES021a_2006/Lecture%20Notes/Chap%2014-15%20-%20Polymers.pdf

6. www.polymer.uu.se/K3/2007/Polymer%20stereochemistry-2.ppt

7. http://www.zeusinc.com/newsletter/low_temp.asp

8. http://www.zeusinc.com/newsletter/chemical_resistance.asp

9. Ahvenainen, Raija.; et al. (2003). Modern Plastics Handbook, 1st, Woodhead Publishing Limited., 24.1.